Lebih dari Sekadar Membuat Kue, Baking Bisa Menjadi Terapi untuk Pikiran
More Than Just Making Cakes, Baking Can Be Therapy for the Mind

Di era sekarang, isu kesehatan mental sudah bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan. Di kota-kota besar, masyarakat sering kali terjebak dalam gaya hidup yang sangat sibuk dan ritme hidup yang serba terburu-buru (hectic lifestyle). Pola hidup seperti ini menjadi pemicu utama stres yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Untuk mengatasinya, terapi kesenian mulai banyak dilirik, salah satunya adalah melalui kegiatan membuat kue atau baking therapy.


Berdasarkan podcast yang ditayangkan pada kanal YouTube The Spice Guy, Chef Ayu merupakan seorang profesional kuliner sekaligus pendiri Peaceful Pod membagikan wawasan bahwa baking ternyata memiliki segudang manfaat terapeutik bagi kesehatan mental. Berikut adalah beberapa manfaat utama baking untuk pemulihan pikiran:


1. Menjadi Distraksi Positif yang Mengalihkan Fokus Ketika kehidupan terasa penuh tekanan, baking dapat menjadi bentuk distraksi yang sangat efektif. Saat membuat adonan, pikiran Anda akan dialihkan sepenuhnya pada apa yang ada di hadapan Anda. Proses ini disebut dengan Singular Focus, di mana Anda sejenak melupakan beban pikiran lain karena seluruh konsentrasi tertuju pada bahan-bahan kue agar dapat tercampur dengan baik.


2. Melatih Kesabaran dan Menikmati Proses Berbeda dengan memasak makanan biasa yang bisa dilakukan dengan cepat dan kilat, proses baking menuntut akurasi dan kesabaran. Anda tidak bisa terburu-buru; setiap bahan harus ditimbang satu per satu, dan adonan harus diaduk secara perlahan agar hasilnya tidak bantat. Pengulangan gerakan (repetisi) dan keharusan untuk mengikuti tahapan inilah yang sebenarnya membentuk terapi itu sendiri. Alih-alih melompat dari satu langkah ke langkah lain secara instan, baking memaksa Anda untuk benar-benar hadir dan menikmati ritmenya.


3. Meredam Kebiasaan Hidup Tergesa-gesa (Slow Living) Banyak dari kita terbiasa dengan kehidupan yang serba cepat: selesai mengerjakan satu hal, langsung berlari mengerjakan hal lain. Lewat baking, Anda diajak untuk berlatih memelankan ritme tersebut (enjoy the slow living pace). Filosofi ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara perlahan dan dinikmati prosesnya pasti akan membuahkan hasil.


4. Memberikan Perasaan Pencapaian (Accomplishment) Di dalam kelas terapinya, Chef Ayu menerapkan tiga filosofi utama: fokus tunggal (singular focus), menikmati proses (the process), dan yang terakhir adalah pencapaian (accomplishment). Kepuasan melihat adonan yang Anda buat dengan penuh kesabaran akhirnya berubah menjadi sebuah kue yang utuh memberikan perasaan pencapaian tersendiri yang mampu meningkatkan suasana hati.


Apakah Baking Bisa Menyembuhkan Masalah Mental?

Penting untuk dicatat bahwa baking therapy tidak ditujukan untuk menyembuhkan penyakit medis secara total. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana relaksasi atau distraksi bagi pikiran yang sedang penat.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang sedang mengalami kecemasan (anxiety), kesulitan fokus akibat rutinitas yang monoton, stres karena terjebak kemacetan, atau sekadar sedang mengalami hari yang buruk (bad day). Pada akhirnya, baking bukan sekadar tentang membuat makanan, melainkan tentang menyediakan wadah bagi diri sendiri untuk bersantai, menjauh dari tekanan, dan memulihkan kesehatan pikiran

Sumber:


Sumber: Youtube The Spice guy (Chef Ayu & Peacefulpod: Terapi Mental Illness Lewat Baking Class?!)

 



Tiktok Shop Sriboga Flour Mill Shopee Sriboga Flour Mill Tokopedia Sriboga Flour Mill Instagram Social Media Sriboga Flour Mill Youtube Chanel Sriboga Flour Mill Facebook Social Media Sriboga Flour Mill Tiktok Social Media Sriboga Flour Mill Linked In Social Media Sriboga Flour Mill
Hallo Chef